KREASI OLAHAN FOLIUM PIPER BETLE (DAUN SIRIH) MENJADI KERIPIK ANEKA RASA
Dahulu siapa yang tak kenal dengan tanaman yang menjalar dan merambat pada batang pohon di sekelilingnya dengan daunnya yang berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh bersilang-seling, bertangkai, teksturnya agak kasar dan mengeluarkan bau jika diremas. Semua orang dahulu pasti mengenal tanaman dengan segudang khasiat tersebut, terutama daunnya. Daunnya bisa dimanfaatkan untuk mengatasi bau mulut, sariawan, dan menjadikan gigi lebih kuat. Selain itu, juga dapat menahan pendarahan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat mimisan. Bahkan dahulu daunnya biasa dimakan dengan cara dikunyah oleh kaum wanita dengan ditemani oleh gambir, pinang dan kapur. Tetapi itu dulu, sekarang kebiasaan itu sudah ditingalkan sehingga membuat daun tersebut semakin jarang dimanfaatkan.
Sayang sekali tanaman yang mempunyai daun dengan berbagai macam khasiat ini kini seolah ditingalkan oleh masyarakat. Padahal dari hasil penelitian sebagaimana dikutip oleh buku tanaman obat terbitan Kebun Tanaman Obat Karyasari diungkapkan daunnya mengandung eugenol yang mampu mencegah ejakulasi dini, membasmi jamur Candida albicans, dan bersifat analgesik (meredakan rasa nyeri). Daunnya juga mengandung tannin yang bermanfaat mengurangi sekresi cairan pada vagina, melindungi fungsi hati, dan mencegah diare. Kandungan bahan kimia yang terdapat pada daunnya dari minyak asiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvacrok, eugenol, p-cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, fenil propada, tanin, dan sebagainya. Karena kelengkapan kandungan zat atau senyawa kimia bermanfaat inilah, daun ini memiliki manfaat yang sangat luas. Kelengkapan kasiat itu tak lantas membuat daun ini menjadi primadona, hanya kalangan tertentu yang masih memanfaatkan jasanya. Sungguh disayangkan memang.
Pengolahan daun ini menjadi suatu produk yang bernilai jual masih terbatas pada skala industri besar, seperti industri produk kesehatan dan kecantikan. Industri kesehatan memanfaatkannya menjadi antibiotik, sedangkan industri kecantikan memanfaatkannya misalnya untuk membuat pasta gigi atau cairan untuk berkumur. Pengolahan menjadi produk yang lain belum banyak dilirik oleh masyarakat. Belum adanya inovasi untuk mengolah daun ini menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah membangkitkan semangat untuk terus mengali apa yang dapat dilakukan dengan daun yang berbentuk jantung ini.
Berbagai referensi tidak cukup membantu untuk mengetahui produk apa yang dapat dihasilkan. Saat menemui jalan buntu ide konyol terlintas. Mungkinkah daun ini bisa dijadikan keripik seperti halnya keripik daun bayam. Sebuah ide yang awalnya hanya menjadi bahan gurauan, karena tidak mungkin mengolah daun yang baunya saja khas dan memiliki kandungan minyak atsiri pula. Berawal dari konyol itu rasa penasaran justru malah menjadi. Banyak hal yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengusaha yang mengolah daun ini menjadi keripik seperti ide konyol tadi. Lama pencarian yang dilakukan, akhirnya membuahkan hasil, terdapat simbah-simbah yang mengolah daun tersebut menjadi keripik. Usaha kecil memang yang simbah tersebut lakukan. Tetapi dari menjual keripik tersebut simbah dapat menghidupi keluarganya.
Melihat kegigihan simbah tadi ide baru akhirnya muncul untuk belajar membuat keripik dari daun tersebut dari simbah. Lama belajar akhirnya bisa juga mengolah daun ini. Hanya saja rasa yang dihasilkan dari keripik buatan simbah masih begitu-begitu saja. Akhirnya ada ide baru muncul, agar rasanya lebih enak bisa juga ditambahkan berbagai rasa makanan misalnya barbeque, pedas, manis, keju. Awal mula hanya coba-coba tetapi ternyata rasanya enak dan banyak teman yang suka. Bermula hanya untuk membantu simbah memperlebar sayap usahanya malah mendapatkan banyak pelajaran.
Tak mau hanya sekedar pelajaran yang didapat, masyarakat luas harus mengetahui ada makanan yang special ini. Sehingga tidak hanya orang disekitar tempat tinggal simbah saja yang merasakannya. Tidak juga hanya rasa itu-itu saja yang dihadirkan, tetapi terdapat rasa lain yang mungkin lebih sesuai dengan lidah orang jaman sekarang. Kemasan pun jangan hanya plastik seperti itu saja, tetapi kemasan yang lain yang lebih menarik. Pemasaran juga harus lebih luas pangsa pasarnya, tidak hanya lingkungan tempat tingal saja. Tetapi sayang keinginan memang banyak, ide juga banyak tapi didunia ini semua butuh uang untuk berhasil. Dan sayang sekali uang itu belum ada sekarang.
Berbagai cara sudah terfikir untuk dilakukan hanya masih terkendala biaya. Sampai akhirnya program PKMK (PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA-KEWIRAUSAHAAN) menjadi pilihan terakhir untuk mewujudkan ide-ide itu. Bersama ketiga teman yang lain; Novita Dewi, Setia Paranita, Dita Kristanti, kami membuat proposal pengajuan. Puji syukur program tersebut lolos didanai oleh Dikti.
Akhirnya proses pembuatan keripik kami mulai. Dalam proses pembuatan keripik daun sirih dengan berbagai macam rasa bahan yang digunakan adalah daun sirih, tepung beras, garam, kemiri, ketumbar, kunir, telur, bawang putih, air, minyak goreng. Proses pembuatan keripik daun sirih dengan berbagai macam rasa juga membutuhkan alat-alat, alat yang digunakan adalah panci, baskom, ember plastik, wajan penggoreng, solet, serok, kompor gas.
Pembuatan keripik daun sirin ini dimulai dengan membuat adonan terlebih dahulu. Cara membuat adonan yaitu sebagai berikut; a) Haluskan kemiri, ketumbar, bawang putih, kunir dan garam, b) Masukan tepung beras kedalam baskom dan diberi bumbu halus diatas, c) Tambahkan telur dan sedikit air lalu aduk perlahan hingga tercampur merata.
Setelah adonan siap, barulah mulai proses pembuatan kripik daun sirih. Cara pembuatannya yaitu; a) Cuci bersih daun sirih, b) Rebus selama 2-3 menit saja karena daun sirih cepat lunak. Perebusan ini berfungsi untuk mengurangi rasa dan bau anyir dari daun sirih, c) Angkat dan cuci kembali dengan air bersih, d) Jemur daun sirih yang telah direbus pada terik sinar matahari hingga kering , e)Masukan daun sirih tersebut satu persatu kedalam adonan tepung, f) Lalu ambil masukkan kedalam panci penggorengan dengan minyak yang sudah panas, g) Setelah matang angkat dan tiriskan, h) Taburi dengan variasi rasa dan memastikannya telah tercampur secara merata, i) Siap disajikan atau dikemas dalam plastik dan dimasukan kedalam tas anyaman.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Banyak yang menyukai keripik inovasi tersebut. Banyak masyarakat yang mulai mengetahui manfaat lain dari daun ini. Nilai jual daun ini juga menjadi bertambah, karena menjadi produk olahan makanan yang digemari.
Banyak juga media yang ikut mempromosikan dan memberitakan olahan kreasi ini. Terutama dari media online. Salah satunya seperti diberitakan yang dimuat pada kompas.com http://nasional.kompas.com/read/2011/12/22/11351052/keripik.sirih.untuk.cegah.ejakulasi.dini .
Dan juga diberitakan oleh m.okezone.com
http://m.okezone.com/read/2011/11/28/372/535368/keripik-daun-sirih-racikan-mahasiswa-uny
Banyak juga media yang ikut mempromosikan dan memberitakan olahan kreasi ini. Terutama dari media online. Salah satunya seperti diberitakan yang dimuat pada kompas.com http://nasional.kompas.com/read/2011/12/22/11351052/keripik.sirih.untuk.cegah.ejakulasi.dini .
Dan juga diberitakan oleh m.okezone.com
http://m.okezone.com/read/2011/11/28/372/535368/keripik-daun-sirih-racikan-mahasiswa-uny
Keripik Sirih. (Dokumentasi Pribadi)
Keripik Sirih yang Dijual Di Sekolah. (Dokumentasi Pribadi)


Komentar
Posting Komentar