Menjajal Adrenalin Gunung Merbabu Via Suwanting

Liburan semester rasanya tidak menyenangkan jika tidak menjelajah dan menjajal adrenalin baru, dan kali ini pilihan saya adalah menjajal adrenalin dengan mendaki Gunung Merbabu via basecamp Suwanting. Kebetulan saya dan teman-teman belum pernah merasakan jalur Suwanting itu.

Rencana pendakian Gunung Merbabu akan kami lakukan pada hari sabtu. Jadi hari jum’at itu saya mulai mengecek dan menyiapkan kembali peralatan mendaki saya. Saya memeriksa carier, rain cover, raincoat, dan sleeping bag memastikan tidak terjadi kerusakan yang berupa sobekan. Tak lupa saya mengecek sandal gunung, apakah masih layak untuk dipakai atau tidak. Sebenarnya sandal gunung saya sudah tipis dibagian solnya, tetapi karena sandal yang lain berada di Malang terpaksa tetap digunakan. Saya juga memeriksa jaket, head lamp, nesting, sarung tangan, buf dan matras. Tak lupa saya juga menyiapkan baju ganti dan logistik pribadi; air mineral, mie instan, roti, naget, telur, cokelat, dan permen. Setelah selesai menyiapkan semuanya,, saya packing ke dalam carier. Saya juga mencoba untuk memanggul cariernya untuk memastikan packing saya sudah benar, dan membuat saya nyaman.

Hari sabtu siang saya sudah berada di rumah Adik di Kalinegoro, yang memang menjadi basecamp saya dan teman-teman saat akan mendaki. Kali ini teman yang akan ikut mendaki cukup ramai, ada saya, Adik, Yuda, Mas Anas, Mas Eko, Kak Ila, Mbak Sita, Mas Yanto, dan temannya Mas Eko yang saya lupa siapa namanya. 

Sebelum berangkat saya dan Adik memberitahu teman-teman yang lain, kalau kita akan mendaki via Swanting. Jalur yang memang asing bagi mereka. Akhirnya saya dan Adik menjelaskan kalau jalur Suwanting memang belum sepopuler jalur-jalur yang lain. Soalnya baru dibuka kembali pertengahan maret 2015. Sebelumnya jalur ini pernah dibuka tahun 90-an, tapi sempat ditutup. 

Setelah semua siap kami bersembilan dengan mengendarai motor menuju basecamp di dusun Suwanting, desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan. Dari rumah Adik menuju basecamp tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu empat puluh lima menit.

Sampai di basecamp, keramahan warga sudah menyambut kami. Bahkan banyak anak kecil langsung menyalami kami. Saya tentu sangat terkesan dengan keramahan mereka. Wajah-wajah ramah yang belum pernah saya jumpai di basecamp-basecamp yang pernah saya datangi sebelumnya.

Setelah registrasi dan cukup beristirahat saya dan kawan-kawan bersiap untuk memulai pendakian. Waktu menunjukkan pukul empat sore ketika memulai pendakian. Dengan semangat masih membara kami meninggalkan basecamp.

Dari basecamp Suwanting kami menuju Pos 1. Pemandangan menuju Pos 1 diawalnya adalah rumah warga dan jalan yang kami lalui berupa jalan setapak buatan warga. Di sepanjang kami melewati rumah warga, kami disapa oleh para warga. Selanjutnya pemandangan berganti dengan perkebunan sayur. Mendekati Pos 1 jalan berubah menjadi jalan tanah dan kami memasuki hutan pinus, hutan pinus ini lah merupakan Pos 1. Perjalanan dari basecamp ke Pos 1 kami tempuh selama lima belas menit. Kami memutuskan break selama sepuluh menit di Pos 1, untuk sekedar menikmati pemandangan.


Pos 1 Suwanting
Pos 1 Gunung Merbabu via Suwanting

Perjalanan mendaki Gunung Merbabu berlanjut menuju Pos 2, diawal perjalanan track masih landai. Selanjutnya track mulai benar-benar menanjak terus dan licin, karena tanahnya gambur. Bahkan saya beberapa kali terpeleset, beruntung saya masih bisa berpegangan pada akar pohon, sehingga tidak jatuh terjengkang. Sandal gunung saya memang kurang layak pakai, sehingga menyulitkan saya sendiri. 

Note: untuk kalian yang akan mendaki perhatikan kenyamanan dan kelayakan alas kaki yang akan kalian pakai.

Setelah melewati track yang lumayan membuat saya terpeleset beberapa kali selama dua setengah jam. Akhirnya kami sampai di Pos 2. Di Pos 2 Gunung Merbabu via Suwanting ini, bisa digunakan untuk mendirikan dua sampai tiga tenda. Kami memutuskan break  untuk menunaikan kewajiban. Lima belas menit kemudian kami memutuskan untuk menju Pos 3.

              
Pos Camp Pertama Gunung Merbabu via Suwanting
Pos 2. Gunung Merbabu via Suwanting atau Pos Camp Pertama



Track menuju Pos 3 Gunung Merbabu via Suwanting ini lebih menantang daripada track sebelumnya. Tracknya menanjak sekali dan licin karena tanahnya gambur mudah bergeser bila diinjak, track-nya pun tanpa bonus. Di track ini saya tidak hanya terpeleset, tapi juga sampai jatuh. Beberapa lama kami berjalan kami sudah sampai di Lembah Manding. Seperti yang sudah dikatakan oleh orang di basecamp menuju Pos 3, pada saat memasuki lembah ini mereka harus mengucapkan salam. Ibaratnya kita layaknya bertamu. Di lembah ini dilarang untuk mengeluh dan harus menjaga bicara, karena apa yang kita ucapkan akan menjadi kenyataan. Memang itu tergantung keyakinan, tapi bagi kami tak ada salahnya mengikuti tradisi setempat. Toh kami hanya tamu yang sedang berkunjung.

Setelah melewati lembah manding banyak jalan percabangan tetapi mengarah ke arah yang sama. Kami memutuskan jalan yang menanjak, agar lebih cepat sampai. Sebelum Pos 3 kami melihat ada tanda arah menuju sumber air. Tetapi karena persediaan air masih utuh, kami memutuskan melanjutkan perjalanan. Sepuluh menit kemudian kami sudah sampai di Pos 3. Di pos 3 ini cukup luas, cocok untuk mendirikan tenda. Perjalanan dari Pos 2 sampai Pos 3 mereka tempuh selama tiga jam jam.

Kami langsung memutuskan untuk mendirikan tenda, tiga tenda yang kami dirikan. Dua untuk teman yang laki-laki dan satu lagi untuk kami yang perempuan. Selesai mendirikan tenda, kami membuat makanan untuk makan malam. Kami memasak mie instan dan membuat cokelat panas. Usai mengisi perut kami langsung masuk tenda untuk menunaikan kewajiban dan beristarahat.

Angin bertiup kencang malam itu, kami sempat berpikir tenda akan roboh. Tapi ternyata nasib baik masih berpihak pada kami, tenda masih berdiri kokoh sampai pagi. Pukul lima pagi setelah menunaikan kewajiban dan sarapan roti kami memutuskan untuk summit.

Saat pertama kali keluar dari tenda udara dingin langsung menyapa saya. Saya juga dikagetkan dengan beberapa tenda di sekitar kami roboh, tapi penghuninya tetap pulas tertidur di dalamnya. Saya hanya geleng-geleng kepala waktu itu dan bersiap untuk menanjak lagi. Kebetulan waktu itu tidak semua yang ikut menanjak, Mas Anas dan Mas Yanto tetap tinggal di tenda.

Track dari Pos 3 ke puncak meski sedikit menanjak tetapi banyak bagian yang landai. Perjalanan summit kali ini kami ditemani dengan angin kencang, udara yang dingin, dan kabut. Kami juga harus melewati beberapa bukit sabana. Saya waktu itu sampai binggung, puncaknya belum terlihat juga mesti kami sudah melewati dua bukit sabana. Pada bukit ke tiga kami pikir sudah sampai puncak tapi ternyata hanya tulisan arah menuju puncak. Karena kami merasa perlu istirahat akhirnya kami break sebentar disana sambil foto-foto. Setelah puas kami melanjutkan perjalanan. 


Perjalanan Menuju Puncak Gunung Merbabu


Setelah lama kami berjalan, kini sudah sampai puncak trianggulasi salah satu dari puncak Gunung Merbabu. Tetapi kami hanya singgah sebentar untuk foto-foto. Sepuluh menit kemudian mereka memutuskan untuk melanjutkan ke puncak kenteng songo sebagai puncak sejati dari Gunung Merbabu, yang memang bersebelahan. Di puncak Gunung Merbabu ini kami kurang beruntung, karena kami disambut dengan kabut tebal. Sehingga kami hanya bisa foto-foto sebentar dan turun kembali ke Pos 3.



Puncak Trianggulasi Gunung Merbabu via Suwanting





Puncang Kenteng Songo Gunung Merbabu via Suwanting



 Di perjalanan menuju Pos 3 kami disuguhkan dengan pemandangan yang menakjubkan. Sejauh mata memandang ke depan hamparan bukit sabana terbentang. Bukit-bukit sabana yang pagi tadi kami lalui terbentang hijau di depan mata. Tampak sangat sedap dipandang mata, layaknya bukit teletubbies yang pernah kami lihat di acara anak dengan judul yang sama. Keindahan itu dibingkai juga dengan lautan awan yang terbentang di kanan dan kiri serta di depan kami. Kami seperti berada di negeri di atas awan dengan berpijak pada hamparan karpet hijau. Disini kami juga sempat berfoto-foto.


Perjalanan Kembali Menuju Pos 3 Gunung Merbabu via Suwanting






Pemandang Bukit Sabana Gunung Merbabu via Suwanting




Pemandangan Bukit Sabana Gunung Merbabu saat Hari Mulai Cerah





Setibanya kami di tenda, kami bersiap untuk memasak sarapan. Menu sarapan kali ini nugget goreng, sandwich isi telur dan keju, dan omlette. Selesai memasak kami langsung menyantapnya. Usai sarapan kami langsung membongkar tenda dan bersiap untuk kembali ke basecamp.
Sebelum berjalan pulang kami memutuskan untuk melakukan aksi sapu jagat untuk membersihkan area camp dari sampah. Susah rasanya sekarang melihat gunung yang bebas dari sampah, gunung layaknya tempat sampah dadakan sekarang. Beberapa pendaki memang susah untuk membawa sampah sampai ke basecamp, padahal berat sampah juga tidak seberapa. Sampah itu juga hasil bawaan logistik mereka, tapi mereka tidak bertanggung jawab. Padahal alam sudah memberikan mereka ke indahan tapi sayang tidak ada rasa berterima kasih mereka kepada alam. Mereka malah perlahan merusak alam. 
Edukasi seperti apapun akan sulit untuk dilakukan sekarang. Cara yang benar yaitu dimulai dari diri sendiri, biasakan tidak buang sampah sembarangan. Setelah biasa, ajak keluarga, teman-teman, partner nanjak, komunitas melakukan hal yang sama.
Dirasa sampah yang kami kumpulkan sudah banyak dan lingkungan di sana juga sudah tidak terdapat sampah kami memutuskan untuk kembali ke basecamp. Perjalanan menuju basecamp tidak semudah yang kami kira. Jalan yang licin menyulitkan langkah, terlebih jalan yang menurun membuat kami harus berhati-hati salah melangkah sedikit saja kami pasti akan terpeleset.
Meskipun medan yang cukup berat harus kami lalui, tapi akhirnya kami berhasil kembali ke basecamp. Sesampainya kami di basecamp, kami memutuskan untuk membersihkan diri dan makan siang meski hari sudah menjelang sore. Kemudian kami bergegas untuk kembali ke rumah. Karena sejauh apapun kami berjalan, tujuan akhir pasti rumah dan keluarga. 

Terima kasih Suwanting, jalur yang kau persembahkan untuk kami pendaki Gunung Merbabu sungguh mengasyikan. Kami pasti kembali lagi dan menikmati lagi asyiknya mendaki Gunung Merbabu via Suwanting.


Pasukan Mendaki Gunung Merbabu via Suwanting




Bocah Ilang Mau Pulang 
Sampai Jumpa Merbabu via Suwanting



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Halal

KREASI OLAHAN FOLIUM PIPER BETLE (DAUN SIRIH) MENJADI KERIPIK ANEKA RASA

Sahabat